Bapakku Hebat (4)


(Cerita ini diambil dari kumpulan kisah manis (kukis) "Bapakku Hebat"; kado milad Bapakku yang ke 67. Kumpulan kisah ini aku cetak cuma 2 eksemplar. Satu buat Bapakku & keluargaku. Satunya lagi buat aku. Hehe. Nah, inilah kukis -4)


Kapan Bapak Pulang?


Mengapa Bapak tak pulang-pulang...?


Pekan ini Bapak dinas malam, pulang sekitar pukul 12 malam atau dini hari. Ini sangat berat bagi saya. Tak mudah memejamkan mata tanpa mendengar suara Bapak.

Saya tidak mengantuk sebelum Bapak pulang. Saya memang ingin menunggu Bapak. Apalagi Bapak kalau pulang malam pasti membawa kue Jupika, kue hijau berbentuk bunga, terbuat dari tepung besar ditaburi potongan pisang, ukurannya sebesar telapak tangan orang dewasa.

Tentu saja Ibu tidak membolehkan ini terjadi setiap hari. Besok saya berangkat sekolah, tidak boleh tidur larut malam.

Ibu kemudian menceritakan mengapa Bapak pulang malam. Setiap malam, kata Ibu, ada orang-orang nakal yang suka mencuri rel-rel kereta api untuk dijual. Bapak harus ikut menjaganya. Bapak juga harus memeriksa tiap sambungan rel kereta, takutnya ada orang jahat yang mengendorkan baut-bautnya.

”Bisa kamu bayangkan! Bapak harus ikut menjaga keselamatan ratusan penumpang kereta,” kata Ibu. Bapak juga harus membantu mengerem kereta. Kalau keretanya tidak tepat direm bisa terjadi tabrakan.

”Bapak baik sekali...,” pikir saya. Saya pun berjanji untuk berbuat baik : tidak memberatkan Bapak gara-gara saya sakit dan terlambat masuk sekolah lantaran tidur larut malam.

Tapi dalam tidur, saya mendengar suara Ibu membukakan pintu untuk Bapak. Saya terbangun. Menemani Bapak makan dan minum sekadarnya, lalu saya kembali tidur. Begitu seterusnya. #

(Keterangan: nyang nggambar ntuh gambar, Neqy, adikku+sobatku nyang baik hati. syukron ya)