Aap Urdu Boghot Achie

Hampir tiga tahun saya di Lahore, saya tidak pernah serius belajar bahasa Urdu. Sembari berinteraksi dengan penduduk asli Pakistan, saya menghafal kosakata Urdu. Namun, saya mendapat masalah. Ternyata kosakata yang menempel di kepala saya tidak murni Urdu, tapi sudah bercampur dengan bahasa daerah Punjab. Mungkin kalau diibaratkan saya turis di Jakarta, saya adalah turis yang bicara bahasa gaul Jakarta yang ada aroma Betawi. 

Maka, saya minta tolong seseorang menterjemahkan kalimat yang sering saya gunakan dengan bahasa Urdu sesuai kaidah Urdu. Kemudian saya hafalkan!

Alkisah......

Kami pergi ke Jilani Park.
Seperti biasa, seseorang mengajak mengobrol. "Apakah kamu dari China? Apakah suami kamu orang Pakistan?" dan bla-bla-bla. Saya mau mengetes diri saya. Saya mengingat-ingat jawaban dengan bahasa Urdu sesuai kaidah.

"Meri khawend bhi Indonesian hai"
(Suami saya juga orang Indonesia)

Apa komentar dia?

"Aap Urdu boghot Achie"
(Urdu kamu sangat bagus)


Huahahahaha. Yes, yes!! 
Well Done!!!

Ternyata, resep sukses di Pakistan adalah HAFALAN.