Khumaina Mama

Saya sedang duduk di bawah pohon, menunggu abrar dan Arifa selesai sekolah.
Seorang berbadan tinggi, memakai gamis hitam, berkerudung dan bercadar hitam, menghampiri saya.

"Assalam-o-laikum, how are you?", dia menyapa.
Saya menjawab salam dan mengatakan bahwa kabar saya baik. Karena merasa tidak kenal, saya bertanya siapa dia.

"I am Khumaina's Mama"

Oooh... langsung saya peluk. Dia termasuk salah satu teman mengobrol saya. Saya pun bertanya tumben sekali dia memakai gamis hitam, berkerudung, dan bercadar. Biasanya dia mengenakan shalwar khamis warna-warni mencolok dan berdandan saat menjemput Khumaina.

Kemudian dia menjawab..."because my husband... my husband..." langsung pecahlah tangisnya.

Suaminya, seorang polisi. Saat bertugas, suaminya tertembak dan meninggal. Kejadiannya saat Ramadhan. Dan dia sedang hamil 3 bulan saat suaminya meninggal.

Hemmmhhh...
Semoga diberi kekuatan, Sobat...