My Little Hero (Part 4)

Mbah Ti Hebat...

Aku sekarang mau masuk usia 5 bulan. Gerakanku sudah mulai sangat terasa. Nafsu makan Ummiku juga sudah membaik, meski belum bisa dengan porsi banyak.

Saat ini, Ummiku sering berpikir, betapa hebatnya Embah Putri Tegal. Dengan anaksebanyak sembilan, selisih usia sangat berdekatan, Mbah Ti nggak pernah satu kali pun mengambil pengasuh untuk membantu mengurus anak-anaknya. Bahkan, Mbah Ti masih sambil berdagang kue kecil keliling juga menerima jasa pembuatan kasur.

Betapa perkasanya, subhanallah.

Ummi pengin seperti Mbah Ti yang tak pernah terlihat mengeluh. Mbah Ti mengurus semua pekerjaan rumah tangga, memasak, mencuci, menyapu, memandikan anak-anak, sampai mengurusi PR sekolah anak-anaknya. Sementara, Mbah Kakung bekerja di perusahaan kereta, kadang pulang malam. Saat kebutuhan anak-anak semakin memerlukan biaya tinggi, Mbah Kakung bekerja sambilan usai pulang dari kerjanya yang resmi. Mbah bekerja saat tidak dinas malam. Pekerjaan sambilannya pun dilakukan dengan penuh kerja keras, kadang pulang jam satu dini hari.

Ohya, Mbah Ti juga sangat berbakti pada Mbah Buyut. Ummiku pernah cerita... Saat Ummi berusia tiga setengah tahun, Ummi pernah pergi ke sungai sambil digandeng-gandeng Mbah Buyut yang sudah sangat renta. Ummi pengin ke Mbah Ti yang lagi mencuci pakaian Mbah Buyut di sungai. (Waktu itu, sungainya masih jernih, jadi orang-orang di desa ummi banyak yang mencuci di sungai). Subhanallah ya, padahal Mbah Ti sudah mencuci pakaian seabreg-abreg, tapi masih ditambah pakaian Mbah Buyut. (Hemm.... adegan ini, adalah adegan terakhir yang Ummi ingat saat-saat Mbah Buyut masih ada. Sampai sekarang, Ummi masih ingat, saat mau ke sungai, Ummi dibeliin Mbah Buyut kue gula-gula kacang dan gula-gula kelapa warna merah di pedagang warung Engklek yang bernama "Yuk Tari")

Pokoknya, Mbah Ti ku hebat.

Aku senang dan bersyukur...
Karena, aku dikelilingi oleh orang-orang hebat yang bisa survive, bertahan, dengan kehidupan yang penuh tantangan. Kata Ummi, bukan uang yang membuat kita bertahan di dunia ini, tapi kekuatan untuk mau bertahan itulah yang membuat akhirnya kesulitan demi kesulitan bisa diatasi.


Jakarta Timur, 23 Maret 2009