Dark Movie: Mother India, Salam Bombay, dan FAN

Sebagai peminat film bollywood, saya menyukai film yang happy ending semacam film-film garapan Rajkumar Hirani. Penonton menangis, tertawa, tegang, takut, saat di bioskop, tapi pulang dengan hati gembira. Saya suka itu.

Tapi saya menemukan tiga film India, yang bagus, tapi saya menyebutnya sebagai dark movie. Gelap, sedih, sad ending. Saya bisa menikmati, tapi saya sedih, saya tidak terhibur. Mother India (1947), Salam Bombay (1988), dan FAN (2016). Ketiga-tiganya saya suka, tapi menyedihkan.

Tapi....

Mother India dan Salam Bombay mendapatkan nominasi Oscar, meski tidak menang. Itu prestasi. Luar biasa.

FAN, katanya, diluar harapan, media menyebutnya gagal box office. Masyarakat India belum bisa menikmati Sakhrukh Khan tanpa menari bersama wanita, tanpa adegan cinta-cintaan. Tapi, film ini mendapat apresiasi yang bagus di luar India.

Kadang saya berpikir, semua kembali ke tujuan sutradara dan produser. Mereka ingin keuntungan komersial, atau kepuasan. Sudah pasti saat FAN diluncurkan, sudah ada kesepakatan antara sutradara dan produser. Aneh memang, film India tidak ada OSTnya. OSTnya hanya bagian dari promosi.

Tapi, saya suka. Saya suka setiap film-maker yang mencoba membuat sesuatu yang baru, meski itu dark movie.