Panggung Stella

Maka,
Dia pun melukiskan dirinya di dunia maya,
sebagai orang yang didzalimi,
sebagai korban dari orang yang biadab.

Maka,
Dia pun menggambarkan dirinya sebagai orang yang tangguh,
sebagai seorang pejuang,
sebagai orang yang dekat dengan Tuhannya,
sebagai orang yang mempunyai dada selebar lautan.

Maka,
Seseorang pun dia gambarkan sebagai musuh,
seseorang pun dia gambarkan sebagai orang yang biadab,
seseorang digambarkan sebagai orang yang dzalim,
seseorang pun dia gambarkan menjadi orang yang benar-benar layak dibenci.

Maka,
penduduk dunia maya pun membelanya.
penduduk dunia maya pun ikut membenci sesorang yang dia gambarkan.
penduduk dunia maya pun hanyut dalam lautan kebencian.

Siapa pemenang. siapa pecundang?
Mengapa kau begitu percaya dengan lukisan seseorang?
Mengapa kau mau ikut terjun ke jurang kebencian yang digali olehnya?

Apakah kau yakin,
seorang pemenang akan tampil sebagai pemenang?
seorang pecundang akan tampil sebagai pecundang?

Dunia adalah drama.
Semua adalah drama.

Hingga saat panggung ditutup,
Semua akan ternganga,
Menyaksikan apa yang terjadi di belakang layar.

Stella,
Semua hanya panggung drama belaka.