Akhir Sebuah Kisah Cinta : (2) Dengan Chapatti

Bisa adaptasi dengan makanan lokal adalah sebuah anugerah.
Namun bagaimana jika adaptasinya "keterlaluan"?

Begitulah kisah cinta saya dengan chapatti, makanan pokok suku Punjab, Pakistan. Chapatti adalah roti berbentuk lingkaran, pipih, dioven di dalam tanur, terbuat dari tepung gandum. Jika masih hangat, teksturnya lembut. Jika sudah dingin, bisa buat "melempar maling", saking kerasnya. Saya sangat suka roti jenis ini, apalagi jika dimakan dengan daal chana, lauk kacang chana.

Berhubung saya telah menjani proses treathment gigi beberapa tahun lalu (kawat gigi), saya mengalami penurunan kekuatan dalam menggigit. Jadi ada permasalahan di sekitar gigi dan rahang saya.

Suatu hari, gigi saya bermasalah, saya pun datang ke dokter langganan saya, dokter Sada. Cantik dia, bintang iklan pasta gigi colgate. 

Berita buruk pun saya dapatkan. Saya tidak boleh makan chapatti  yang di toko, hanya boleh homemade. 

Oh, dokter......!!!! Musibah apakah ini?

Chapatti buatan saya bahkan dua kali lebih keras dari chapatti yang beli di toko. 

Maka, tergoreslah akhir sebuah kisah cinta.
Menyedihkan.