PhD : Saya Istri Baskoro

Jika :
A adalah seorang mahasiswa S3 di Lahore.
X adalah  istri seorang mahasiswa S3 di Lahore.

Maka :
X adalah istri A.

Menurut anda, ini benar atau tidak?

SALAH!

Harusnya ditanya, ada berapa mahasiswa S3 di Lahore?
Ternyata, selain A, ada juga B.

Faktanya, X adalah istri B.

Maka, menjadi mahasiswa S3 di Lahore adalah sebuah legenda besar, sebuah kisah langka. Setahu saya, di kota yang sangat luas ini, hanya ada dua mahasiswa S3 di Lahore. Satu sudah tahap akhir, yaitu Mas Agung. Dan satu lagi suami saya, baru separuh jalan.

Bagi orang-orang Indonesia yang tinggal di Lahore, terutama Ibu-Ibu yang menikah dengan orang Pakistan, Mas Agung lebih dikenal dahulu oleh mereka.

Suatu hari, saya harus mengantarkan tempe ke seorang kawan di Shadman Colony. Ada teman suami yang tinggal di Shadman, sehingga kami menitip ke beliau.

Setelah menerima tempe, kawan saya mengirim SMS:
"Terimakasih ya Istie, tadi temannya Mas Agung sudah datang ngantar tempe."

Saya balas:
"Mas Agung?"

Teman saya membalas
"Iya kan, suami Isti Mas Agung namanya?"

Saya cepat membalas:
"Bukaaaan......... Suami saya namanya Mas Baskoro. Mas Agung beda lagi, itu kawan kami"

Teman saya buru-buru membalas:
"Oooh.... maaf-maaf...., iya terimakasih buat Mas Baskoro."

Jadi, pelajarannya, kalau berkenalan, tegaskan lagi : SAYA ISTRI BASKORO. Kalau yang namanya Mas Agung, beliau sendirian, tidak membawa anak istri.