PhD : Bukan "Bukan Urusan Saya"

Aunty yang bertugas membersihkan kelas-kelas di Lahore British School sedang mendapat musibah. Biasanya ada Aunty dari Kampus Senior yang ditugaskan jika Aunty Kampus Junior Absen. Tapi entah kenapa, selama beberapa hari, tidak ada Aunty pengganti. Sampah pun mulai terlihat di bawah meja-meja. Di pojok kelas, sampah menggunung. Saya pun minta izin kepada Teacher kelas Arifa untuk membantu membersihkan. Bukannya diizinkan, malah saya terlibat diskusi panjang dan lebar dengan teacher. Akhirnya, teacher memutuskan:

Teacher : Mrs. Isti, maaf sekali, ini bukan urusan Anda. Ini urusan Aunty
Saya : Ini urusan saya! Bagaimana saya bisa membiarkan Abrar dan Arifa belajar di kelas yang kotor sekali.
Teacher : Ya, saya juga tidak bisa nyaman mengajar di kelas yang kotor.
Saya : Maka dari itu, please, izinkan saya menyapu.
Teacher : Maaf Mrs. Isti, tidak bisa. Anda tidak boleh menyapu.
Saya : Kalau begitu, tolong sampaikan ke Madame agar segera ada Aunty pengganti.
Teacher : OK.

Keesokan harinya, Aunty pengganti tak kunjung datang. Sampah masih menggunung. Maka, hari berikutnya, saya datang mengantar anak-anak lebih pagi, sambil membawa plastik cukup besar. Mumpung Teacher belum datang, saya kumpulkan sampah yang menggunung di kelas Arifa dan akan saya buang. Saat saya akan keluar kelas, saya berpapasan dengan Teacher Arifa. Melihat saya membawa seplastik besar sampah, Teacher langsung menatap saya.

Teacher : Oh Mrs. Isti, Why?
Saya : Karena ini urusan saya.

Saya langsung keluar kelas.

Ternyata, itu sangat manjur untuk "menasihati". Keesokannya, saya melihat kelas bersih sekali dan ada Aunty pengganti dari Kampus Senior. :)